Pada dua tahun yang lalu, Perdana Menteri Manmohan Singh dari India nyaris jadi korban
pelemparan sepatu. Insiden itu gagal, namun Singh
meminta polisi tidak menahan pelaku. Menurut Asian Tribune, insiden itu terjadi saat Singh
melakukan kampanye pemilihan umum di kota
Gujarat, Minggu 26 April 2009. Sepatu itu dilemparkan
seorang mahasiswa teknik komputer bernama Hitesh
Chauhan. Saat itu dia duduk di barisan depan tak lama
setelah Singh memulai pidato. Belum ada keterangan dari polisi apa motif mahasiswa
berusia 21 tahun itu melempar sepatunya kepada
Singh. Sepatu itu tidak mengenai Singh, karena mendarat
beberapa meter dari podium tempat dia berdiri.
Kepala pemerintahan India itu terus berpidato saat
petugas keamanan meringkus Chauhan. Namun, Singh
meminta polisi untuk tidak menahan Chauhan atas
tuduhan apapun. Lemparan sepatu tampaknya sudah menjadi momok
bagi para politisi di India. Pada awal April 2009,
Menteri Dalam Negeri P Chidambaram menjadi sasaran
pelemparan sepatu. Insiden ini mengikuti ulah seorang wartawan Irak atas
Presiden AS saat itu, George W. Bush, di Baghdad pada
Desember 2008. Namun, seperti Singh, Bush selamat
dari sambitan itu.
Sumber: VIVAnews
Science, History & Technology
Senin, 25 April 2011
Ilmuwan Inggris Ciptakan Alat Bantu Bicara
Sekelompok peneliti asal Inggris mengembangkan alat bantu bicara. Dengan alat ini,
orang yang larynx, atau pangkal tenggorokannya
diangkat, baik akibat kanker ataupun cidera, bisa
kembali berbicara. Sebagai informasi, saat ini, orang yang larynx-nya
diangkat akan diberi katup di tenggorokannya untuk
mengalihkan udara dari paru-paru ke esophagus atau
kerongkongan. Namun, katup ini menjadi usang
setelah digunakan dan harus diganti setiap beberapa
bulan. Kini, para peneliti menemukan alat penggantinya yang
sekaligus bisa mendeteksi dan menerjemahkan
pergerakan wajah saat seseorang berusaha untuk
mengucapkan sebuah kata. “Kami berhasil mengambil informasi dari bagaimana mereka menggerakkan bibir, gigi dan lidah. Dari
informasi itu, kami merekonstruksi ucapan mereka, ” kata Phil Green, peneliti dari University of Sheffield,
Inggris, seperti dikutip dari MedIndia, 26 April 2011. Perangkat itu sendiri menggunakan magnet kecil yang
ditempatkan di dalam mulut serta di lidah untuk
membentuk sebuah medan magnet. Sensor kemudian
dipasang di perangkat headset eksternal untuk
mendeteksi perubahan yang terjadi pada medan
magnet di dalam mulut saat pasien berusaha mengucapkan kalimat. “Sejauh ini, sistem yang kami buat memang baru mengenali hanya sekitar 50 kata
saja,” ucap Green. Namun demikian, penambahan perbendaharaan kata
bukan menjadi target berikutnya para peneliti.
“Rencana yang akan dilakukan berikutnya adalah mengembangkan magnet yang bisa dipasang di dalam
lidah,” kata James Gilbert, ketua tim peneliti yang berasal dari University of Hull. Selain itu, Gilbert menyebutkan, timnya juga
menargetkan untuk mengurangi ukuran headset yang
digunakan sekecil mungkin. Kemungkinan sebesar
perangkat Bluetooth saja.
Sumber: VIVAnews
orang yang larynx, atau pangkal tenggorokannya
diangkat, baik akibat kanker ataupun cidera, bisa
kembali berbicara. Sebagai informasi, saat ini, orang yang larynx-nya
diangkat akan diberi katup di tenggorokannya untuk
mengalihkan udara dari paru-paru ke esophagus atau
kerongkongan. Namun, katup ini menjadi usang
setelah digunakan dan harus diganti setiap beberapa
bulan. Kini, para peneliti menemukan alat penggantinya yang
sekaligus bisa mendeteksi dan menerjemahkan
pergerakan wajah saat seseorang berusaha untuk
mengucapkan sebuah kata. “Kami berhasil mengambil informasi dari bagaimana mereka menggerakkan bibir, gigi dan lidah. Dari
informasi itu, kami merekonstruksi ucapan mereka, ” kata Phil Green, peneliti dari University of Sheffield,
Inggris, seperti dikutip dari MedIndia, 26 April 2011. Perangkat itu sendiri menggunakan magnet kecil yang
ditempatkan di dalam mulut serta di lidah untuk
membentuk sebuah medan magnet. Sensor kemudian
dipasang di perangkat headset eksternal untuk
mendeteksi perubahan yang terjadi pada medan
magnet di dalam mulut saat pasien berusaha mengucapkan kalimat. “Sejauh ini, sistem yang kami buat memang baru mengenali hanya sekitar 50 kata
saja,” ucap Green. Namun demikian, penambahan perbendaharaan kata
bukan menjadi target berikutnya para peneliti.
“Rencana yang akan dilakukan berikutnya adalah mengembangkan magnet yang bisa dipasang di dalam
lidah,” kata James Gilbert, ketua tim peneliti yang berasal dari University of Hull. Selain itu, Gilbert menyebutkan, timnya juga
menargetkan untuk mengurangi ukuran headset yang
digunakan sekecil mungkin. Kemungkinan sebesar
perangkat Bluetooth saja.
Sumber: VIVAnews
Minggu, 24 April 2011
Ditemukan, Hewan Bergigi Martil di Australia
Gigi aneh berbentuk seperti martil ditemukan pada dua spesies marsupial (hewan
berkantung) purba. Gigi seperti itu belum pernah
ditemukan pada mamalia lain. Kemungkinan, gigi
digunakan sebagai alat untuk peremuk cangkang siput
atau keong. Adapun kedua fosil marsupial berukuran sebesar
musang yang ditemukan di kawasan utara Australia
itu berusia sekitar 10 sampai 17 juta tahun. Oleh
peneliti, keduanya diberi nama Malleodectes mirabilis
dan Malleodectes moenia. “Makhluk ini memiliki gigi premolar yang berukuran raksasa, yang jika pada manusia, posisinya berada di
antara canine (taring) dan molar (geraham),” kata Rick Arena, Paleontologist dari University of New South
Wales, Australia, seperti dikutip dari FoxNews, 25 April
2011. Arena menyebutkan, spesimen yang ditemukan
sangat aneh sehingga membuat tim peneliti tidak
dapat memastikan apa yang mereka dapati. “Gigi itu tidak seperti gigi yang pernah kami lihat sebelumnya
ada pada mamalia,” ucapnya. Menurut para peneliti, gigi yang tidak lazim itu
kemungkinan digunakan untuk menghancurkan objek
keras. Meski Cyclodomorphus gerrardii, kadal
berukuran 40 sentimeter yang tinggal di hutan hujan
pesisir timur Australia memiliki gigi serupa untuk
menghancurkan cangkang siput, namun gigi seperti itu tidak dijumpai di mamalia. Tingkat kemiripan di antara kedua hewan itu juga
merupakan contoh yang paling mengejutkan antara
mamalia dan kadal. Diperkirakan, jika keduanya
tinggal di kawasan yang sama, mereka saling
bersaing dalam mencari mangsa. “Kami belum mengetahui secara pasti apa penyebab punahnya marsupial bergigi martil dan memakan
keong,” kata Arena. “Namun tampaknya mereka punah sekitar 10 juta tahun lalu saat hutan-hutan
benua Australia mulai berubah hingga lebih
menguntungkan para kadal dan merugikan
mamalia,” ucapnya. Peneliti menemukan fosil hewan tersebut di kawasan
Riversleigh, Australia. Di kawasan ini banyak sekali
ditemukan fosil yang berasal dari masa 25 juta tahun
lalu termasuk fosil makhluk modern Australia seperti
kanguru, koala, wombat, dan lain-lain. “Meski banyak fosil ditemukan di Riversleigh, hanya sedikit spesimen fosil yang berasal dari spesies
Malleodectes yang pernah ditemukan,” kata Arena. “Kami akan terus mencari fosil-fosil lain dari Malleodectes untuk mengetahui lebih banyak seputar
makhluk ini,” ucapnya. Hasil temuan Arena dan timnya dipaparkan pada
jurnal Proceedings of the Royal Society B.
Sumber: VIVAnews
berkantung) purba. Gigi seperti itu belum pernah
ditemukan pada mamalia lain. Kemungkinan, gigi
digunakan sebagai alat untuk peremuk cangkang siput
atau keong. Adapun kedua fosil marsupial berukuran sebesar
musang yang ditemukan di kawasan utara Australia
itu berusia sekitar 10 sampai 17 juta tahun. Oleh
peneliti, keduanya diberi nama Malleodectes mirabilis
dan Malleodectes moenia. “Makhluk ini memiliki gigi premolar yang berukuran raksasa, yang jika pada manusia, posisinya berada di
antara canine (taring) dan molar (geraham),” kata Rick Arena, Paleontologist dari University of New South
Wales, Australia, seperti dikutip dari FoxNews, 25 April
2011. Arena menyebutkan, spesimen yang ditemukan
sangat aneh sehingga membuat tim peneliti tidak
dapat memastikan apa yang mereka dapati. “Gigi itu tidak seperti gigi yang pernah kami lihat sebelumnya
ada pada mamalia,” ucapnya. Menurut para peneliti, gigi yang tidak lazim itu
kemungkinan digunakan untuk menghancurkan objek
keras. Meski Cyclodomorphus gerrardii, kadal
berukuran 40 sentimeter yang tinggal di hutan hujan
pesisir timur Australia memiliki gigi serupa untuk
menghancurkan cangkang siput, namun gigi seperti itu tidak dijumpai di mamalia. Tingkat kemiripan di antara kedua hewan itu juga
merupakan contoh yang paling mengejutkan antara
mamalia dan kadal. Diperkirakan, jika keduanya
tinggal di kawasan yang sama, mereka saling
bersaing dalam mencari mangsa. “Kami belum mengetahui secara pasti apa penyebab punahnya marsupial bergigi martil dan memakan
keong,” kata Arena. “Namun tampaknya mereka punah sekitar 10 juta tahun lalu saat hutan-hutan
benua Australia mulai berubah hingga lebih
menguntungkan para kadal dan merugikan
mamalia,” ucapnya. Peneliti menemukan fosil hewan tersebut di kawasan
Riversleigh, Australia. Di kawasan ini banyak sekali
ditemukan fosil yang berasal dari masa 25 juta tahun
lalu termasuk fosil makhluk modern Australia seperti
kanguru, koala, wombat, dan lain-lain. “Meski banyak fosil ditemukan di Riversleigh, hanya sedikit spesimen fosil yang berasal dari spesies
Malleodectes yang pernah ditemukan,” kata Arena. “Kami akan terus mencari fosil-fosil lain dari Malleodectes untuk mengetahui lebih banyak seputar
makhluk ini,” ucapnya. Hasil temuan Arena dan timnya dipaparkan pada
jurnal Proceedings of the Royal Society B.
Sumber: VIVAnews
iPad Sebabkan Pengangguran
Apa hubungannya
iPad dengan
pengangguran?
Seorang anggota
kongres di
Amerika Serikat (AS) menganggap
tablet Apple itu bertanggungjawab menciptakan pengangguran di
negeri Paman Sam. Jesse Jackson, anggota Kongres dari Partai Republik
menilai iPad mungkin membuat ribuan orang di sektor
penerbitan buku kehilangan pekerjaan. Sebab peminat
buku cetak merosot karena keberadaan iPad. "Mengapa Anda perlu ke toko buku semacam Barnes
& Noble? Cukup beli iPad dan download buku, koran
ataupun majalah," ucap Jackson. "Akan jadi apakah perusahaan penerbitan dan
pekerjanya? Akan jadi apa toko buku dan pustakawan
dan semua pekerjaan yang berhubungan dengan
kertas? Tak lama lagi, semuanya tidak eksis," tukas
dia. Tak cuma itu, Jackson menilai pengangguran yang
disebabkan iPad kian banyak lantaran sebagian
proses produksi dilakukan di luar AS. Ya, selama ini
produksi perangkat Apple dilakukan Foxconn,
pabrikan asal Taiwan yang pabriknya bertebaran di
China. Namun lucunya, Jackson sendiri mengaku bahwa dia
memiliki iPad. Tentu saja argumennya bahwa iPad
turut andil memicu pengangguran semakin mendapat
tanggapan pro dan kontra.
Sumber: detik.com
iPad dengan
pengangguran?
Seorang anggota
kongres di
Amerika Serikat (AS) menganggap
tablet Apple itu bertanggungjawab menciptakan pengangguran di
negeri Paman Sam. Jesse Jackson, anggota Kongres dari Partai Republik
menilai iPad mungkin membuat ribuan orang di sektor
penerbitan buku kehilangan pekerjaan. Sebab peminat
buku cetak merosot karena keberadaan iPad. "Mengapa Anda perlu ke toko buku semacam Barnes
& Noble? Cukup beli iPad dan download buku, koran
ataupun majalah," ucap Jackson. "Akan jadi apakah perusahaan penerbitan dan
pekerjanya? Akan jadi apa toko buku dan pustakawan
dan semua pekerjaan yang berhubungan dengan
kertas? Tak lama lagi, semuanya tidak eksis," tukas
dia. Tak cuma itu, Jackson menilai pengangguran yang
disebabkan iPad kian banyak lantaran sebagian
proses produksi dilakukan di luar AS. Ya, selama ini
produksi perangkat Apple dilakukan Foxconn,
pabrikan asal Taiwan yang pabriknya bertebaran di
China. Namun lucunya, Jackson sendiri mengaku bahwa dia
memiliki iPad. Tentu saja argumennya bahwa iPad
turut andil memicu pengangguran semakin mendapat
tanggapan pro dan kontra.
Sumber: detik.com
Ditemukan, Fosil Laba-Laba Terbesar
Peneliti menemukan fosil laba-laba dari spesies yang diberi nama Nephila jurassica. Laba-laba
yang berasal dari zaman dinosaurus itu merupakan
fosil laba-laba terbesar yang pernah ditemukan. Ia
didapati terkubur di debu vulkanik purba di sekitar
kawasan Inner Mongolia, China. Saat ditemukan, tampak bekas-bekas serat seperti
rambut di kakinya. Ini membuat hewan yang hidup
sekitar 165 juta tahun lalu menjadi nenek moyang
tertua dari spesies laba-laba terbesar yang masih ada
saat ini. Fosil itu sendiri memiliki ukuran yang sama seperti
Nephila, saudaranya yang hidup di masa kini. Nephila
jurassica memiliki tubuh berukuran 2,5 sentimeter dan
kaki yang bisa mencapai panjang 6,3 sentimeter. “Kemungkinan ia hidup seperti laba-laba masa kini dan merajut jaringnya di kawasan terbuka di hutan,
atau kemungkinan di pinggir hutan yang dekat dengan
danau,” kata Paul Selden, Director of the Paleontological Institute, University of Kansas, seperti
dikutip dari LiveScience, 25 April 2011. Saat itu, kata Selden, kemungkinan terdapat gunung
berapi di sekitarnya yang memproduksi debu volkanik
yang menghadirkan endapan di danau yang menjadi
kuburan hewan ini. Seperti diketahui, laba-laba merupakan predator darat
yang paling banyak jumlahnya saat ini dan menjaga
jumlah serangga tetap stabil. “Jadi, temuan ini bisa membantu kita memahami evolusi pada hubungan
mangsa-pemangsa antara serangga dan laba-laba,” kata Selden. Pada spesies laba-laba golden orb-weaver seperti ini,
betina umumnya memiliki ukuran tubuh yang lebih
besar dibanding pejantan. Adapun fosil yang
ditemukan adalah laba-laba betina. Ini
mengindikasikan bahwa tren betina yang lebih besar
telah terjadi setidaknya di era Middle Jurassic, jauh sebelum masa Archaeopteryx, burung pertama yang
pernah diketahui atau dinosaurus raksasa seperti
Brachiosaurus dan Diplodocus. Namun, meski Nephila jurassica merupakan fosil laba-
laba terbesar yang pernah ditemukan, fosil itu
bukanlah fosil laba-laba tertua. Sebelumnya pernah
ditemukan dua spesies laba-laba lain di Coseley,
Inggris yakni Eocteniza silvicola dan Protocteniza
britannica. Keduanya berasal dari 310 juta tahun lalu. Saat ini, Selden dan rekan-rekannya tengah
mengamati fosil laba-laba lain yang ditemukan di China
dan kawasan lain di Dunia seperti Brazil, Selandia Baru,
Australia, Italia, dan Korea. Hasil penelitiannya
dipublikasikan di jurnal Biology Letters.
Sumber: VIVAnews
yang berasal dari zaman dinosaurus itu merupakan
fosil laba-laba terbesar yang pernah ditemukan. Ia
didapati terkubur di debu vulkanik purba di sekitar
kawasan Inner Mongolia, China. Saat ditemukan, tampak bekas-bekas serat seperti
rambut di kakinya. Ini membuat hewan yang hidup
sekitar 165 juta tahun lalu menjadi nenek moyang
tertua dari spesies laba-laba terbesar yang masih ada
saat ini. Fosil itu sendiri memiliki ukuran yang sama seperti
Nephila, saudaranya yang hidup di masa kini. Nephila
jurassica memiliki tubuh berukuran 2,5 sentimeter dan
kaki yang bisa mencapai panjang 6,3 sentimeter. “Kemungkinan ia hidup seperti laba-laba masa kini dan merajut jaringnya di kawasan terbuka di hutan,
atau kemungkinan di pinggir hutan yang dekat dengan
danau,” kata Paul Selden, Director of the Paleontological Institute, University of Kansas, seperti
dikutip dari LiveScience, 25 April 2011. Saat itu, kata Selden, kemungkinan terdapat gunung
berapi di sekitarnya yang memproduksi debu volkanik
yang menghadirkan endapan di danau yang menjadi
kuburan hewan ini. Seperti diketahui, laba-laba merupakan predator darat
yang paling banyak jumlahnya saat ini dan menjaga
jumlah serangga tetap stabil. “Jadi, temuan ini bisa membantu kita memahami evolusi pada hubungan
mangsa-pemangsa antara serangga dan laba-laba,” kata Selden. Pada spesies laba-laba golden orb-weaver seperti ini,
betina umumnya memiliki ukuran tubuh yang lebih
besar dibanding pejantan. Adapun fosil yang
ditemukan adalah laba-laba betina. Ini
mengindikasikan bahwa tren betina yang lebih besar
telah terjadi setidaknya di era Middle Jurassic, jauh sebelum masa Archaeopteryx, burung pertama yang
pernah diketahui atau dinosaurus raksasa seperti
Brachiosaurus dan Diplodocus. Namun, meski Nephila jurassica merupakan fosil laba-
laba terbesar yang pernah ditemukan, fosil itu
bukanlah fosil laba-laba tertua. Sebelumnya pernah
ditemukan dua spesies laba-laba lain di Coseley,
Inggris yakni Eocteniza silvicola dan Protocteniza
britannica. Keduanya berasal dari 310 juta tahun lalu. Saat ini, Selden dan rekan-rekannya tengah
mengamati fosil laba-laba lain yang ditemukan di China
dan kawasan lain di Dunia seperti Brazil, Selandia Baru,
Australia, Italia, dan Korea. Hasil penelitiannya
dipublikasikan di jurnal Biology Letters.
Sumber: VIVAnews
Tips Penggunaan PC Agar Ramah Lingkungan
Komputer tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari masa kini. Bekerja, mencari
hiburan, atau melakukan aktivitas sosial cukup
bergantung dengan penggunaan komputer.
Kecenderungan ini mengakibatkan naiknya
penggunaan dan biaya untuk energi tiap tahunnya. Menyambut Hari Bumi yang akan digelar pada 22 April
2011 ini, APC by Schneider Electric memberikan tips
dalam menggunakan komputer secara efisien untuk
menghemat biaya, memperpanjang usia perangkat
komputer dan sekaligus membantu menyelamatkan
bumi. • Matikan komputer di malam hari sehingga komputer hanya digunakan selama 8 jam – untuk menghemat penggunaan energi hingga 810kWh per
tahun dan 67 persen penggunaan.
• Sambungkan komputer ke surge protector dengan master control outlet, sehingga sistem secara otomatis
dapat mengetahui saat komputer tidak digunakan
untuk kemudian memutus sambungan listrik ke
komputer dan perlengkapannya.
• Gunakan monitor LCD karena menggunakan lebih sedikit energi dan tidak membuat mata bekerja lebih
keras seperti pada CRT.
• Beli komputer yang dilengkapi fitur Energy Star. Sebagai catatan, laptop juga menggunakan lebih
sedikit energi dibandingkan desktop.
• Rencanakan penggunaan komputer sehingga semua kegiatan dapat diselesaikan dalam satu waktu,
dan matikan saat tidak lagi digunakan.
• Pertimbangkan menggunakan monitor yang lebih kecil. Monitor berukuran 14 inci menggunakan 40
persen energi lebih rendah dibandingkan dengan
monitor 17 inci.
• Aktifkan mode standby/sleep dan pengaturan penggunaan energi.
• Lupakan screen saver karena ia tidak menghemat energi kecuali kalau Anda masih menggunakan
monitor monochrome versi lawas.
• Lihat ulang rancangan dokumen dan email di layar daripada mencetaknya.
• Matikan monitor saat tidak digunakan dari pada menggunakan screen saver.
• Pertimbangkan untuk menggunakan printer ink-jet – walaupun lebih lambat dari pada menggunakan printer laser, tapi inkjet menggunakan 80-90 persen
energi lebih sedikit.
• Belilah produk tinta yang berbahan dasar dari tumbuhan atau non-minyak – karena produk tersebut dibuat dari sumber yang didaur ulang, membutuhkan
lebih sedikit penggunaan materi berbahaya dan
menghasilkan warna yang lebih terang dan jernih.
• Matikan printer dan semua perangkat pelengkap lainnya apabila tidak digunakan.
• Jangan biarkan komputer tetap menyala pada malam hari atau pada akhir pekan.
• Pilihlah warna yang gelap sebagai latar belakang tampilan layar, karena tampilan warna terang
menggunakan lebih banyak energi.
• Kurangi tingkat pencahayaan ruangan pada saat bekerja menggunakan komputer.
• Gunakan jaringan dan berbagi printer apabila memungkinkan.
• Cetaklah dengan menggunakan kertas daur ulang. Gunakan kertas yang tidak menggunakan klorin
dengan 50 hingga 100 persen post-consumer waste.
• Cetak di dua sisi kertas. • Komunikasi melalui email sebagai alternatif pengganti memo dan fax. Saat ini, terjadi kesalahan persepsi atau mitos
penggunaan komputer yang sering terjadi pada
penggunaan sehari-hari, termasuk salah satunya
adalah anjuran untuk tidak mematikan komputer. Sebenarnya, komputer dirancang untuk menghadapi
40.000 kali siklus on/off, dan apabila komputer
digunakan secara normal maka komputer dapat
berusia dari lima hingga tujuh tahun. Sehingga dengan
mematikan komputer, kita tidak hanya mengurangi
penggunaan energi, tetapi juga mengurangi heat stress pada komputer. Anggapan kedua yang banyak beredar mengatakan
bahwa dengan mematikan dan kembali menyalakan
komputer akan lebih banyak menggunakan energi
daripada meninggalkannya dalam keadaan menyala.
Pada kenyataannya, penggunaan energi yang
digunakan CPU untuk melakukan boot up jauh lebih sedikit dibandingkan dengan meninggalkan komputer
menyala lebih dari tiga menit. Selain itu, anggapan bahwa koneksi jaringan akan
terputus pada saat komputer dalam kondisi low-
power/sleep mode juga tidak benar. Komputer
terbaru dirancang agar tidak mengalami kehilangan
koneksi atau data meskipun dalam keadaan sleep
mode. CPU yang dilengkapi dengan teknologi Wake on LAN (WOL) dapat ditinggalkan dalam keadaan sleep
mode semalaman dan keesokan harinya pengguna
telah menerima data yang dikirim.
Sumber: VIVAnews
hiburan, atau melakukan aktivitas sosial cukup
bergantung dengan penggunaan komputer.
Kecenderungan ini mengakibatkan naiknya
penggunaan dan biaya untuk energi tiap tahunnya. Menyambut Hari Bumi yang akan digelar pada 22 April
2011 ini, APC by Schneider Electric memberikan tips
dalam menggunakan komputer secara efisien untuk
menghemat biaya, memperpanjang usia perangkat
komputer dan sekaligus membantu menyelamatkan
bumi. • Matikan komputer di malam hari sehingga komputer hanya digunakan selama 8 jam – untuk menghemat penggunaan energi hingga 810kWh per
tahun dan 67 persen penggunaan.
• Sambungkan komputer ke surge protector dengan master control outlet, sehingga sistem secara otomatis
dapat mengetahui saat komputer tidak digunakan
untuk kemudian memutus sambungan listrik ke
komputer dan perlengkapannya.
• Gunakan monitor LCD karena menggunakan lebih sedikit energi dan tidak membuat mata bekerja lebih
keras seperti pada CRT.
• Beli komputer yang dilengkapi fitur Energy Star. Sebagai catatan, laptop juga menggunakan lebih
sedikit energi dibandingkan desktop.
• Rencanakan penggunaan komputer sehingga semua kegiatan dapat diselesaikan dalam satu waktu,
dan matikan saat tidak lagi digunakan.
• Pertimbangkan menggunakan monitor yang lebih kecil. Monitor berukuran 14 inci menggunakan 40
persen energi lebih rendah dibandingkan dengan
monitor 17 inci.
• Aktifkan mode standby/sleep dan pengaturan penggunaan energi.
• Lupakan screen saver karena ia tidak menghemat energi kecuali kalau Anda masih menggunakan
monitor monochrome versi lawas.
• Lihat ulang rancangan dokumen dan email di layar daripada mencetaknya.
• Matikan monitor saat tidak digunakan dari pada menggunakan screen saver.
• Pertimbangkan untuk menggunakan printer ink-jet – walaupun lebih lambat dari pada menggunakan printer laser, tapi inkjet menggunakan 80-90 persen
energi lebih sedikit.
• Belilah produk tinta yang berbahan dasar dari tumbuhan atau non-minyak – karena produk tersebut dibuat dari sumber yang didaur ulang, membutuhkan
lebih sedikit penggunaan materi berbahaya dan
menghasilkan warna yang lebih terang dan jernih.
• Matikan printer dan semua perangkat pelengkap lainnya apabila tidak digunakan.
• Jangan biarkan komputer tetap menyala pada malam hari atau pada akhir pekan.
• Pilihlah warna yang gelap sebagai latar belakang tampilan layar, karena tampilan warna terang
menggunakan lebih banyak energi.
• Kurangi tingkat pencahayaan ruangan pada saat bekerja menggunakan komputer.
• Gunakan jaringan dan berbagi printer apabila memungkinkan.
• Cetaklah dengan menggunakan kertas daur ulang. Gunakan kertas yang tidak menggunakan klorin
dengan 50 hingga 100 persen post-consumer waste.
• Cetak di dua sisi kertas. • Komunikasi melalui email sebagai alternatif pengganti memo dan fax. Saat ini, terjadi kesalahan persepsi atau mitos
penggunaan komputer yang sering terjadi pada
penggunaan sehari-hari, termasuk salah satunya
adalah anjuran untuk tidak mematikan komputer. Sebenarnya, komputer dirancang untuk menghadapi
40.000 kali siklus on/off, dan apabila komputer
digunakan secara normal maka komputer dapat
berusia dari lima hingga tujuh tahun. Sehingga dengan
mematikan komputer, kita tidak hanya mengurangi
penggunaan energi, tetapi juga mengurangi heat stress pada komputer. Anggapan kedua yang banyak beredar mengatakan
bahwa dengan mematikan dan kembali menyalakan
komputer akan lebih banyak menggunakan energi
daripada meninggalkannya dalam keadaan menyala.
Pada kenyataannya, penggunaan energi yang
digunakan CPU untuk melakukan boot up jauh lebih sedikit dibandingkan dengan meninggalkan komputer
menyala lebih dari tiga menit. Selain itu, anggapan bahwa koneksi jaringan akan
terputus pada saat komputer dalam kondisi low-
power/sleep mode juga tidak benar. Komputer
terbaru dirancang agar tidak mengalami kehilangan
koneksi atau data meskipun dalam keadaan sleep
mode. CPU yang dilengkapi dengan teknologi Wake on LAN (WOL) dapat ditinggalkan dalam keadaan sleep
mode semalaman dan keesokan harinya pengguna
telah menerima data yang dikirim.
Sumber: VIVAnews
Warning: 5 Jam Per Hari di Depan PC, Bikin Cepat Mati
Menurut penelitian, menghabiskan waktu lebih dari 5 jam per hari di depan komputer bisa
merusak jantung dan menjurus ke kematian lebih
cepat. Penyebabnya adalah posisi duduk, terutama
duduk bersandar, yang merupakan posisi umum saat
orang bekerja dengan komputer, bermain game,
ataupun menonton televisi. Penelitian tersebut dilakukan oleh Emmanuel
Stamatakis, peneliti dari University College London,
Inggris. Ia melakukan penelitian terhadap lebih dari
4.500 orang berusia di atas 35 tahun dan hasilnya
dipublikasikan di Journal of the American College of
Cardiology. Temuan ini menambah bukti-bukti yang terus
terkumpul seputar bahayanya berlama-lama duduk.
Padahal, kecenderungan yang terjadi saat ini adalah
orang semakin banyak yang duduk di depan komputer
saat bekerja di kantor. “Orang yang menghabiskan waktu lebih dari 4 jam berturut-turut per hari di depan komputer memiliki
peluang 125 persen lebih tinggi akan mengalami
kematian terkait penyakit jantung dibanding mereka
yang hanya menghabiskan waktu kurang dari 2 jam di
depan layar,” kata Stamatakis, seperti dikutip dari Examiner, 20 April 2011. Stamatakis menyebutkan, dari penelitian, mereka juga
menemukan bahwa 48 persen orang yang
menghabiskan waktu 4 jam di depan komputer
berturut-turut juga berpeluang mengalami kematian
lebih cepat akibat faktor lain di luar jantung. Lebih lanjut, mereka yang menghabiskan lebih dari 5
jam di depan komputer per hari, risiko mati lebih
cepatnya naik secara signifikan. Sebelumnya, diperkirakan bahwa mereka yang
menghabiskan waktu terlalu banyak di depan
komputer, atau juga di depan televisi, merupakan
orang yang malas berolahraga dan menyebabkan
munculnya penyakit. Namun, dari data yang didapat,
tidak demikian. “Orang yang berolahraga secara reguler di waktu luang mereka juga memiliki peluang untuk mati lebih
cepat,” kata Stamatakis. Peneliti meyakini bahwa penyebabnya memang
adalah duduk yang terlalu lama. Posisi tersebut
diketahui menyebabkan penurunan 90 persen
lipoprotein lipase dan enzim jantung yang sehat.
Pembengkakan dan masalah metabolisme yang
disebabkan oleh ketidakatifan dalam waktu panjang juga menjadi sumber permasalahan. Akan tetapi, ada solusi bagi mereka yang terpaksa
harus bekerja di depan komputer sepanjang hari.
“Anda harus bangun setiap 20 menit dan berjalan kaki sejenak, ” kata Stamatakis. “Itu akan menurunkan masalah-masalah tersebut dan mungkin
akan meningkatkan peluang Anda untuk hidup lebih
lama,” ucapnya.
Sumber: VIVAnews
merusak jantung dan menjurus ke kematian lebih
cepat. Penyebabnya adalah posisi duduk, terutama
duduk bersandar, yang merupakan posisi umum saat
orang bekerja dengan komputer, bermain game,
ataupun menonton televisi. Penelitian tersebut dilakukan oleh Emmanuel
Stamatakis, peneliti dari University College London,
Inggris. Ia melakukan penelitian terhadap lebih dari
4.500 orang berusia di atas 35 tahun dan hasilnya
dipublikasikan di Journal of the American College of
Cardiology. Temuan ini menambah bukti-bukti yang terus
terkumpul seputar bahayanya berlama-lama duduk.
Padahal, kecenderungan yang terjadi saat ini adalah
orang semakin banyak yang duduk di depan komputer
saat bekerja di kantor. “Orang yang menghabiskan waktu lebih dari 4 jam berturut-turut per hari di depan komputer memiliki
peluang 125 persen lebih tinggi akan mengalami
kematian terkait penyakit jantung dibanding mereka
yang hanya menghabiskan waktu kurang dari 2 jam di
depan layar,” kata Stamatakis, seperti dikutip dari Examiner, 20 April 2011. Stamatakis menyebutkan, dari penelitian, mereka juga
menemukan bahwa 48 persen orang yang
menghabiskan waktu 4 jam di depan komputer
berturut-turut juga berpeluang mengalami kematian
lebih cepat akibat faktor lain di luar jantung. Lebih lanjut, mereka yang menghabiskan lebih dari 5
jam di depan komputer per hari, risiko mati lebih
cepatnya naik secara signifikan. Sebelumnya, diperkirakan bahwa mereka yang
menghabiskan waktu terlalu banyak di depan
komputer, atau juga di depan televisi, merupakan
orang yang malas berolahraga dan menyebabkan
munculnya penyakit. Namun, dari data yang didapat,
tidak demikian. “Orang yang berolahraga secara reguler di waktu luang mereka juga memiliki peluang untuk mati lebih
cepat,” kata Stamatakis. Peneliti meyakini bahwa penyebabnya memang
adalah duduk yang terlalu lama. Posisi tersebut
diketahui menyebabkan penurunan 90 persen
lipoprotein lipase dan enzim jantung yang sehat.
Pembengkakan dan masalah metabolisme yang
disebabkan oleh ketidakatifan dalam waktu panjang juga menjadi sumber permasalahan. Akan tetapi, ada solusi bagi mereka yang terpaksa
harus bekerja di depan komputer sepanjang hari.
“Anda harus bangun setiap 20 menit dan berjalan kaki sejenak, ” kata Stamatakis. “Itu akan menurunkan masalah-masalah tersebut dan mungkin
akan meningkatkan peluang Anda untuk hidup lebih
lama,” ucapnya.
Sumber: VIVAnews
Langganan:
Postingan (Atom)